Puluhan WNI udah terlanjur daftar jadi tentara bayaran di Rusia lewat medsos, tapi respons Kemkomdigi cuma ngimbau warga biar gak gampang kepincut tawaran "too good to be true". Ini pola klasik *shifting the burden of responsibility*, di mana beban kehati-hatian dilempar ke publik alih-alih agresif nyisir dan nutup ruang gerak agen rekrutmen ilegalnya. Imbauan normatif kayak gini bukan bentuk pencegahan, cuma tameng biar gak dianggap kecolongan 🤔
VIVALowongan Kerja di Luar Negeri Tawarkan Gaji Selangit, Waspada Risiko Penipuan!